Swapped Shirts: A Night Market Mix-Up

Fluent Fiction – Indonesian
www.FluentFiction.org/Indonesian
Story Transcript:
Id: Di suatu desa yang meriah, terdapat pasar malam yang selalu ramai dikunjungi setiap Jumat malam.
En: In a lively village, there was a night market that was always crowded on Friday nights.

Id: Cahaya lampu-lampu hias berkelap-kelip, dan aroma jajanan menggugah selera tercium harum di udara.
En: The twinkling lights and the inviting aroma of snacks filled the air.

Id: Putri dan Budi, dua sahabat sejak kecil, memutuskan untuk pergi ke pasar malam tersebut.
En: Putri and Budi, two friends since childhood, decided to go to the night market.

Id: Mereka ingin mencari kain batik untuk acara sekolah yang akan datang.
En: They wanted to find batik fabric for an upcoming school event.

Id: Seperti biasa, mereka berjanji untuk bertemu di pintu masuk pasar.
En: As usual, they agreed to meet at the market’s entrance.

Id: Putri yang selalu tertib dan rapi, memakai kemeja batiknya yang bermotif bunga.
En: Putri, always neat and tidy, wore her floral-patterned batik shirt.

Id: Sedangkan Budi, yang lebih santai, memakai batik dengan corak garis-garis.
En: Meanwhile, Budi, more laid-back, wore a batik shirt with striped patterns.

Id: Mereka berjalan berkeliling pasar, menikmati keramaian sambil mencari toko batik.
En: They strolled around the market, enjoying the bustling atmosphere while searching for a batik store.

Id: Saat mereka menemukan satu, mata Putri dan Budi sama-sama berbinar.
En: When they found one, the eyes of Putri and Budi both lit up.

Id: Mereka mencoba beberapa kemeja batik dan tanpa mereka sadari, mereka menukar kemeja batik mereka tanpa sengaja.
En: They tried on several batik shirts and, without realizing it, accidentally swapped their batik shirts.

Id: Setelah meninggalkan toko, mereka kembali berbincang, tertawa, dan menikmati indahnya pasar malam.
En: After leaving the store, they chatted, laughed, and enjoyed the beauty of the night market.

Id: Namun, seorang pedagang makanan menegur Putri, “Dik Putri, kemejamu kok seperti punya Budi, ya?
En: However, a food vendor called out to Putri, “Hey Putri, why does your shirt look like Budi’s?”

Id: “Putri kaget dan langsung menatap kemejanya, baru menyadari bahwa motif batiknya adalah garis-garis, sementara Budi bercorak bunga.
En: Putri was surprised and immediately looked at her shirt, only to realize that its batik pattern was stripes, while Budi’s had floral patterns.

Id: Keduanya saling menatap dan tertawa, menyadari kesalahan lucu yang telah terjadi.
En: They looked at each other and laughed, realizing the funny mistake that had occurred.

Id: Budi pun berkata, “Wah, kirain ini model baru yang aku coba tadi.
En: Budi said, “I thought this was a new design I tried earlier.

Id: Ternyata kemejaku tertukar denganmu!
En: Turns out, my shirt got switched with yours!”

Id: ” Putri pun menyadari dan tertawa, “Kasihan penjual kemeja tadi, dia pasti bingung melihat kita.
En: Putri realized it too and laughed, “Poor shirt seller, they must be confused seeing us in each other’s shirts.”

Id: “Kini, mereka harus menjelaskan kepada para pedagang yang mereka temui bahwa kemeja mereka telah tertukar.
En: Now, they had to explain to the vendors they encountered that their shirts had been swapped.

Id: Dengan senyum dan gestur yang lucu, mereka berusaha memberikan penjelasan, “Maaf Pak, kemeja kami tertukar tadi waktu mencoba di toko batik,” ujar Putri dengan malu.
En: With embarrassed smiles and funny gestures, they tried to explain, “Sorry, sir, our shirts got mixed up when we tried them on at the batik store,” Putri said sheepishly.

Id: Pedagang-pedagang tersenyum melihat kepolosan mereka berdua.
En: The vendors smiled at their innocence.

Id: Beberapa bahkan tertawa dan memberikan diskon untuk kedua remaja itu.
En: Some even laughed and gave them a discount.

Id: Setelah menjelaskan ke salah satu pedagang makanan, mereka mendapatkan sate gratis sebagai bonus karena telah menghiburnya.
En: After explaining to one of the food vendors, they received free satay as a bonus for entertaining him.

Id: Akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali ke toko batik dan menukar kembali kemeja mereka yang sebenarnya.
En: Finally, they decided to return to the batik store and exchange their shirts back to the correct ones.

Id: Penjual batik itu juga tertawa, mengerti situasi mereka, dan dengan senang hati menukar kembali kemeja tersebut.
En: The batik seller also laughed, understanding their situation, and gladly exchanged the shirts back.

Id: Berjalan pulang dengan kemeja yang benar di tangan, Putri dan Budi masih saja tertawa, membawa kenangan lucu dari pasar malam itu, serta pelajaran tentang kehati-hatian dan keramahan orang-orang di sekitar mereka.
En: Walking home with the right shirts in hand, Putri and Budi continued to laugh, carrying with them a fond memory of the night market and the lesson about caution and the kindness of the people around them.

Id: Pasar malam memang selalu menyimpan kisah, dan malam itu, Putri dan Budi telah menuliskan kisah mereka sendiri, sebuah petualangan kecil yang akan selalu mereka ingat dengan senyum.
En: Night markets always hold stories, and that night, Putri and Budi wrote their own story, a little adventure that they would always remember with a smile.

Vocabulary Words:
meriah : lively
berkelap-kelip : twinkling
menggugah : inviting
aroma : aroma
tertib : neat
rapi : tidy
bermotif bunga : floral-patterned
santai : laid-back
corak garis-garis : striped patterns
keramaian : bustling
pedagang : vendor
menukar : swapped
tanpa sengaja : accidentally
menyadari : realizing
kesalahan lucu : funny mistake
malu : embarrassed
kepolosan : innocence
diskon : discount
menghibur : entertaining
menukar : exchange
keramahan : kindness
kenangan lucu : fond memory
kehati-hatian : caution
mereka temui : encountered
dengan malu : Sheepishly
diskon : discount
bonus : bonus
senyum : smiles
gestur : gestures
tertawa : laughed