The Zucchini Mix-Up: A Market Tale

Fluent Fiction – Indonesian
www.FluentFiction.org/Indonesian
Story Transcript:
Id: Di kota kecil yang ramai, tepat di tengah pasar yang selalu penuh dengan warna dan kehidupan, hiduplah seorang perempuan muda bernama Siti.
En: In a bustling small town, right in the middle of the always colorful and vibrant market, lived a young woman named Siti.

Id: Siti suka memasak dan selalu tertarik mencoba resep baru.
En: Siti enjoyed cooking and was always interested in trying out new recipes.

Id: Hari ini, ia bertekad untuk membuat pasta zucchini kesukaannya.
En: Today, she was determined to make her favorite zucchini pasta.

Id: Siti melangkah ceria menuju pasar dengan tas belanjaan yang berayun-ayun di lengan.
En: Siti cheerfully strolled towards the market with a swinging shopping bag on her arm.

Id: Matahari pagi menyinari puncak tenda-tenda pasar yang penuh dengan penjual dan pembeli.
En: The morning sun illuminated the peaks of the market stalls that were full of vendors and buyers.

Id: Ia menatap berbagai sayuran dengan penuh perhatian, mencoba menemukan zucchini yang sempurna untuk resep barunya itu.
En: She gazed attentively at the various vegetables, trying to find the perfect zucchini for her new recipe.

Id: Budi, teman baik Siti sejak kecil, adalah seorang penjual buah yang terkenal ramah dan selalu punya cerita lucu untuk diceritakan.
En: Budi, Siti’s childhood friend, was a well-known friendly fruit vendor who always had funny stories to tell.

Id: Ia melihat Siti dari kejauhan dan melambaikan tangan sambil tersenyum.
En: He spotted Siti from a distance and waved while smiling.

Id: “Hey Siti, mencari apa hari ini?
En: “Hey Siti, what are you looking for today?”

Id: ” sapa Budi dengan ramah saat Siti mendekat.
En: greeted Budi warmly as Siti approached.

Id: “Halo, Budi!
En: “Hello, Budi!

Id: Aku ingin membeli zucchini untuk membuat pasta nanti malam,” jawab Siti semangat.
En: I want to buy zucchini to make pasta for tonight,” replied Siti enthusiastically.

Id: Budi menggaruk kepalanya bingung.
En: Budi scratched his head in confusion.

Id: “Zucchini?
En: “Zucchini?

Id: Sayang sekali, zucchini hari ini sudah habis dibeli orang.
En: Unfortunately, the zucchini have all been bought today.

Id: Tapi ada mentimun yang bagus, mungkin bisa sebagai pengganti?
En: But I have some good cucumbers, maybe they can be a substitute?”

Id: “Siti memandang mentimun yang Budi tunjuk dengan sedikit kecewa.
En: Siti looked at the cucumbers Budi pointed to with a hint of disappointment.

Id: “Hm, apa ya?
En: “Hm, what do you think?

Id: Baiklah, aku ambil saja.
En: Alright, I’ll take them.

Id: Siapa tahu rasanya mirip,” ujarnya sambil terkekeh lembut.
En: Who knows, maybe they’ll taste similar,” she said with a soft chuckle.

Id: Meski Siti tahu bahwa mentimun itu bukan zucchini, ia ngotot membuat pasta dengan mentimun tersebut.
En: Although Siti knew that the cucumbers were not zucchini, she stubbornly decided to make pasta with them.

Id: Di rumah, Siti mencoba memotong mentimun dengan cara yang sama seperti ia lihat di resep zucchini.
En: At home, Siti tried to slice the cucumbers the same way she had seen in the zucchini recipe.

Id: Aroma yang terpancar dari penggorengan membuatnya yakin bahwa ide gilanya ini akan berhasil.
En: The aroma emanating from the frying pan convinced her that her crazy idea would work.

Id: Budi, yang kebetulan lewat rumah Siti, mencium aroma masakan dan memutuskan untuk mampir.
En: Budi, who happened to pass by Siti’s house, caught a whiff of the cooking and decided to drop by.

Id: “Hmm, bau apa ini?
En: “Hmm, what’s that smell?

Id: Wangi sekali!
En: It’s so fragrant!”

Id: ” Budi bertanya penasaran sambil melihat Siti sibuk di dapur.
En: Budi asked curiously as he watched Siti busy in the kitchen.

Id: Siti menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari penggorengannya, “Pasta zucchini spesial buatanku.
En: Without shifting her gaze from the frying pan, Siti answered, “It’s my special homemade zucchini pasta.

Id: Mau coba?
En: Want to try?”

Id: “Budi mengambil sesendok pasta dan mencicipinya.
En: Budi took a spoonful of the pasta and tasted it.

Id: Terkejut dengan rasa yang aneh, ia bertanya dengan sopan, “Siti, ini pasti bukan zucchini, kan?
En: Surprised by the strange taste, he politely asked, “Siti, this definitely isn’t zucchini, is it?”

Id: “Siti dengan segera berpura-pura kaget.
En: Promptly, Siti pretended to be shocked.

Id: “Oh, tidak mungkin!
En: “Oh, it can’t be!

Id: Ini pasti zucchini… mungkin hanya sedikit berbeda rasanya karena aku menambahkan bumbu spesial,” jawabnya sambil tersenyum simpul, berusaha meyakinkan Budi.
En: This must be zucchini…maybe just a little different in taste because I added special seasonings,” she replied with a forced smile, trying to convince Budi.

Id: Budi, yang sudah cukup mengenal Siti, menarik napas dan kemudian tertawa.
En: Budi, who knew Siti well enough, took a deep breath and then laughed.

Id: “Siti, Siti, kamu tidak bisa menipuku.
En: “Siti, Siti, you can’t fool me.

Id: Ini pasti mentimun!
En: This is definitely cucumber!

Id: Tapi, tidak apa-apa, rasanya tetap enak kok.
En: But it’s okay, it still tastes good.”

Id: “Siti akhirnya menyerah dan tertawa bersama Budi.
En: Finally, Siti gave in and laughed along with Budi.

Id: “Ya, ya, kau benar.
En: “Yes, yes, you’re right.

Id: Aku memang mencoba mentimun karena tidak bisa menemukan zucchini.
En: I did try using cucumber because I couldn’t find zucchini.

Id: Kukira akan sama saja!
En: I thought it would be the same!”

Id: “Mereka berdua tertawa di dapur itu, menikmati pasta mentimun yang telah dibuat Siti.
En: The two of them laughed in the kitchen, enjoying the cucumber pasta that Siti had made.

Id: Walaupun bukan zucchini yang sebenarnya, kenangan mereka tentang masakan dan kekeliruan Siti pada hari itu selalu membawa senyum tiap kali mereka mengingatnya.
En: Even though it wasn’t actual zucchini, their memory of the dish and Siti’s mistake that day always brought a smile whenever they remembered it.

Id: Dan sejak hari itu, Siti tidak lagi membeli sayur tanpa memastikan namanya.
En: And from that day on, Siti no longer bought vegetables without confirming their names.

Id: Budi pun selalu menyediakan zucchini ekstra di tokonya, hanya untuk memastikan teman baiknya itu tak akan salah lagi dalam memilih sayuran.
En: Budi also always kept extra zucchinis in his store, just to ensure that his good friend wouldn’t make the same mistake in choosing vegetables again.

Vocabulary Words:
ramai : bustling
kota kecil : small town
penuh dengan warna : colorful
kehidupan : vibrant
pasar : market
perempuan muda : young woman
memasak : cooking
resep : recipes
bertekad : determined
zucchini : zucchini
ceria : cheerfully
melangkah : strolled
berayun-ayun : swinging
tas belanjaan : shopping bag
disinari : illuminated
puncak : peaks
penjual : vendors
pembeli : buyers
menatap : gazed
dengan penuh perhatian : attentively
berbagai : various
sempurna : perfect
menggaruk : scratched
kebingungan : confusion
pengganti : substitute
kecewa : hint
kecewa : disappointment
memotong : slice
aroma : aroma