Durian Duel: A Friendship Forged in Fruit

Fluent Fiction – Indonesian
www.FluentFiction.org/Indonesian
Story Transcript:
Id: Di sebuah pasar tradisional yang ramai, terdengar gelak tawa dan canda riang pengunjung yang sibuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
En: In a bustling traditional market, the sounds of laughter and lively chatter of shoppers busy buying daily necessities could be heard.

Id: Di salah satu sudut pasar, ada sebuah pohon duri yang sangat besar.
En: In one corner of the market, there stood a very large durian tree.

Id: Pohon durian itu terkenal dengan buahnya yang lezat dan harum.
En: The durian tree was famous for its delicious and fragrant fruit.

Id: Siti, seorang pembeli yang cerdik, berjalan perlahan mendekat sambil mengendus-endus aroma durian yang menyebar di udara.
En: Siti, a savvy buyer, slowly approached while sniffing the scent of durian wafting in the air.

Id: Dia menginginkan durian terbaik untuk dibawa pulang.
En: She wanted to bring home the best durian.

Id: Pada saat yang sama, Budi, seorang pria yang dikenal sebagai penawar ulung, juga tertarik pada buah durian yang sama.
En: At the same time, Budi, a man known as a skilled bargainer, was also interested in the same durian fruit.

Id: Dia berdiri di samping Siti, memperhatikan durian dengan penuh minat.
En: He stood beside Siti, observing the durian with keen interest.

Id: Rudi, yang baru saja tiba di pasar, ikut bergabung dalam kerumunan tersebut.
En: Rudi, who had just arrived at the market, joined the crowd.

Id: Dia melihat durian yang sama dan hatinya segera terpikat.
En: He saw the same durian and his heart was immediately captivated.

Id: Tak lama, ketiganya menyadari bahwa mereka semua menginginkan durian yang sama.
En: Before long, all three realized that they all wanted the same durian.

Id: Siti memulai percakapan dengan mengatakan bahwa dia tiba lebih dulu dan berhak untuk membeli durian tersebut.
En: Siti began the conversation by stating that she had arrived first and had the right to purchase the durian.

Id: Tetapi Budi tidak mau kalah,
En: But Budi didn’t want to lose out.

Id: dia mulai menawar harga durian itu dengan harga yang sangat rendah, berharap penjual akan segera menyetujuinya.
En: He started bargaining for the durian at a very low price, hoping the seller would soon agree to it.

Id: Saya kasih harga spesial ya, Pak, ujar Budi dengan yakin.
En: I’ll give you a special price, sir, Budi confidently stated.

Id: Sementara itu, Rudi hanya tersenyum melihat keduanya.
En: Meanwhile, Rudi just smiled as he watched the two of them.

Id: Dia memiliki rencana lain.
En: He had a different plan.

Id: Rudi perlahan mendekat ke penjual durian dan berbisik, Pak, kalau saya beli dua buah, bisa dapat harga khusus tidak?
En: Rudi slowly approached the durian seller and whispered, Sir, if I buy two, can I get a special price?

Id: Penjual itu tertawa kecil dan mengangguk.
En: The seller chuckled and nodded.

Id: Dengan cerdik, Rudi segera mengeluarkan uang dan membayar durian tersebut.
En: Cunningly, Rudi immediately took out money and paid for the durian.

Id: Siti dan Budi yang terlibat dalam negosiasi panjang akhirnya sadar bahwa durian yang mereka inginkan sudah berpindah tangan.
En: Siti and Budi, engaged in a lengthy negotiation, finally realized that the durian they wanted had already changed hands.

Id: Mereka hanya bisa pasrah dan tertawa melihat kecerdikan Rudi.
En: They could only resign themselves and laugh at Rudi’s cleverness.

Id: Rudi pun melempar senyum kemenangan dan berkata, Tidak apa-apa teman-teman, nanti kita makan bersama.
En: Rudi tossed a triumphant smile and said, It’s alright, friends, we’ll eat together later.

Id: Kekecewaan Siti dan Budi pun berubah menjadi tawa dan kehangatan persahabatan.
En: Siti and Budi’s disappointment turned into laughter and the warmth of friendship.

Id: Akhirnya, bertiga mereka duduk di sebuah bangku kayu dekat pohon durian, memecah buah bersama sambil berbicara dan tertawa.
En: Finally, the three of them sat on a wooden bench near the durian tree, sharing the fruit and conversing with laughter.

Id: Walaupun awalnya persaingan tampak seru, kebersamaan dalam kesederhanaan pasar tradisional itulah yang menjadi ingatan terindah mereka.
En: Although their initial competition seemed intense, the togetherness in the simplicity of the traditional market became their fondest memory.

Id: Durian bukan hanya sekedar buah, tapi telah menjadi jembatan yang menghubungkan tiga hati dalam cerita yang unik dan menyenangkan.
En: The durian was not just a fruit, but had become a bridge connecting three hearts in a unique and enjoyable story.

Vocabulary Words:
gelak tawa : laughter
canda : chatter
cerdik : savvy
harum : fragrant
mendekat : approached
penawar : bargainer
terpikat : captivated
pasrah : resign
kemenangan : triumphant
kebersamaan : togetherness