Chili Chaos: A Spicy Misadventure

Fluent Fiction – Indonesian
www.FluentFiction.org/Indonesian
Story Transcript:
Id: Suatu hari di sebuah pasar tradisional yang ramai, terlihatlah tiga sahabat berjalan beriringan.
En: One day in a bustling traditional market, three friends were seen walking side by side.

Id: Mereka adalah Adi, Maya, dan Budi.
En: They were Adi, Maya, and Budi.

Id: Matahari pagi yang cerah menambah semangat mereka untuk berbelanja bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat masakan istimewa hari itu.
En: The bright morning sun added to their enthusiasm for shopping for the ingredients needed to make a special dish that day.

Id: Maya, yang gemar memasak, memegang daftar belanjaan.
En: Maya, who enjoyed cooking, held the shopping list.

Id: “Kita butuh paprika merah untuk sambal,” katanya sembari menuliskan catatan.
En: “We need red bell pepper for the sambal,” she said while jotting down notes.

Id: Budi, yang selalu penuh humor, berkata, “Jangan sampai salah beli ya, nanti lidah kita kebakar.
En: Budi, always full of humor, said, “Don’t buy the wrong thing, or our tongues will burn.”

Id: ” Adi hanya tersenyum.
En: Adi just smiled.

Id: Sambil berjalan dan menikmati keramaian pasar, mereka mulai mencari bahan masakan yang dibutuhkan.
En: As they walked and enjoyed the bustle of the market, they began to look for the necessary cooking ingredients.

Id: Tetapi Adi yang tidak terlalu mengenal bahan masakan, melihat sesuatu yang merah dan menarik perhatiannya.
En: However, Adi, who was not very familiar with cooking ingredients, saw something red that caught his attention.

Id: Dengan percaya diri, ia langsung mengambil satu kantong besar berisi cabai merah, mengira itu adalah paprika yang dimaksud Maya.
En: Confidently, he immediately picked up a large bag of red chilis, thinking it was the red bell pepper Maya had mentioned.

Id: Setelah itu, ketiganya kembali ke rumah Maya untuk memulai memasak.
En: Afterwards, they all returned to Maya’s house to start cooking.

Id: Maya mempersiapkan peralatan masak, Budi memotong sayuran, dan Adi bertanggung jawab atas bumbu.
En: Maya prepared the cooking utensils, Budi chopped the vegetables, and Adi was in charge of the seasoning.

Id: Saat Adi mulai mencampurkan “paprika” ke dalam sambal, ia terkejut mendapati rasanya yang terlampau pedas.
En: When Adi started adding the “bell pepper” to the sambal, he was surprised to find it tasted too spicy.

Id: “Adi, ini kok pedas sekali?
En: “Adi, why is this so spicy?”

Id: ” Maya bertanya dengan peluh di dahinya.
En: Maya asked, sweating on her forehead.

Id: Budi, yang telah mencicipi sambal tersebut, langsung menari-nari kesakitan.
En: Budi, who had tried the sambal, immediately danced in pain.

Id: Adi yang bingung, segera menunjukkan kantong yang seharusnya berisi paprika, tapi ternyata adalah cabai merah.
En: Confused, Adi quickly showed the bag that was supposed to contain bell peppers, only to find out it was actually red chilis.

Id: Maya dan Budi tidak bisa menahan tawa.
En: Maya and Budi couldn’t help but laugh.

Id: “Adi, kamu ini lucu sekali.
En: “Adi, you’re so funny.

Id: Itu cabai, bukan paprika!
En: That’s chili, not bell pepper!”

Id: ” kata Budi sambil masih mengusap air matanya.
En: said Budi while still wiping his tears.

Id: Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama, mengakui kesalahan itu sebagai bagian dari petualangan memasak mereka.
En: The three of them ended up laughing together, acknowledging the mistake as part of their cooking adventure.

Id: Dari kejadian itu, Adi belajar untuk lebih teliti.
En: From that incident, Adi learned to be more careful.

Id: Maya dan Budi pun bersikap lebih sabar dan mengajari Adi cara memilih bahan-bahan masakan.
En: Maya and Budi also became more patient and taught Adi how to choose cooking ingredients.

Id: Meski kejadian memasak mereka berakhir dengan cegukan dan banyak minum air, persahabatan dan kerja sama mereka semakin erat.
En: Although their cooking adventure ended with hiccups and lots of water drinking, their friendship and teamwork became stronger.

Id: Hari itu berakhir dengan kehangatan dan cerita untuk dikenang.
En: The day ended with warmth and memorable stories.

Id: Mereka memutuskan untuk membeli es krim, mengobati lidah yang masih terbakar.
En: They decided to buy ice cream to soothe their burning tongues.

Id: Di tengah kekacauan, mereka menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan bersama.
En: Amid the chaos, they found happiness in simple togetherness.

Id: Dan Adi, yang semula hanya seorang pemula, kini menjadi lebih berpengalaman dan berhati-hati ketika berbelanja.
En: And Adi, who was originally just a beginner, became more experienced and cautious when shopping.

Vocabulary Words:
sahabat : friends
tradisional : traditional
semangat : enthusiasm
bahan-bahan : ingredients
paprika : bell pepper
menuliskan : jotting down
dengan percaya diri : confidently
cabai : chilis
bumbu : seasoning
peluh : sweating
sayuran : cucumbers
mengakui : acknowledging
kejadian : incident
berhati-hati : cautious
berbelanja : shopping
mengobati : soothe
cegukan : hiccups
kekacauan : chaos
pemula : beginner
untuk dikenang : memorable
bersama : together
tawa : laughter
pengalaman : experience