Duck Tales: Ari’s Market Misadventure

Fluent Fiction – Indonesian
www.FluentFiction.org/Indonesian
Story Transcript:
Id: Alunan musik dari pasar tradisional mengiringi langkah Ari yang bersemangat.
En: The sound of music from the traditional market accompanies Ari’s enthusiastic steps.

Id: Matahari sudah tinggi, dan aroma rempah-rempah menggoda setiap pengunjung yang datang.
En: The sun is high, and the aroma of spices entices every visitor who comes.

Id: Ari, seorang pelajar yang cerdas namun terkadang ceroboh, ingin membeli bebek untuk membuat makan malam bersama teman-temannya.
En: Ari, a bright but sometimes careless student, wants to buy a duck to make dinner with his friends.

Id: Pasar itu ramai, pedagang berteriak-teriak menawarkan jajanan dan barang dagangannya.
En: The market is bustling, traders are shouting, offering their snacks and merchandise.

Id: Ari yang belum pernah membeli sendiri ayam atau bebek, merasa yakin hari itu akan berjalan dengan lancar.
En: Ari, who has never bought a chicken or a duck by himself, feels confident that the day will go smoothly.

Id: Ia melihat sebuah kerumunan di salah satu toko hewan.
En: He sees a crowd at one of the animal shops.

Id: Di toko itu, Siti, seorang pedagang yang dikenal dengan suaranya yang keras, sedang berusaha menjual ayam-ayamnya.
En: At the shop, Siti, a trader known for her loud voice, is trying to sell her chickens.

Id: Sementara itu, Budi yang terkenal sebagai penjual bebek, berdiri tak jauh dari situ, tersenyum melihat kliennya yang puas.
En: Meanwhile, Budi, well-known as a duck seller, stands not far away, smiling as he sees his satisfied clients.

Id: Ari, yang kurang pengalaman, mengira ayam yang ditawarkan Siti adalah bebek.
En: Ari, with little experience, thinks that the chickens Siti is offering are ducks.

Id: Tanpa banyak tanya, ia langsung menawar.
En: Without many questions, he immediately bargains.

Id: “Siti, aku mau bebek itu.
En: “Siti, I want that duck.

Id: Berapa harganya?
En: How much is it?”

Id: ” tanya Ari sambil menunjuk ayam.
En: Ari asks, pointing at the chicken.

Id: Siti yang tidak menduga tanggapan Ari, tertawa keras.
En: Siti, not expecting Ari’s response, laughs loudly.

Id: “Itu bukan bebek, Nak Ari!
En: “That’s not a duck, dear Ari!

Id: Itu ayam!
En: That’s a chicken!”

Id: “Ari, merasa malu, memerah padam mendengar ocehan orang-orang di pasar yang mulai tertawa.
En: Ari, feeling embarrassed, blushes as he hears the market people’s mocking.

Id: Bebek dan ayam yang tadinya tenang, kini ikut ribut, seakan-akan merespons kekacauan yang terjadi.
En: The formerly calm ducks and chickens are now making noise, as if responding to the chaos that has ensued.

Id: Budi, yang melihat keributan, menghampiri Ari.
En: Budi, witnessing the commotion, approaches Ari.

Id: Dengan ramah, ia menunjukkan perbedaan antara bebek dan ayam.
En: Gently, he shows the difference between ducks and chickens.

Id: Ari, yang merasa tertolong, akhirnya belajar memilih bebek yang baik.
En: Ari, feeling rescued, finally learns to choose a good duck.

Id: Ia memilih satu, menawarnya, dan membawanya pergi dengan hati riang.
En: He selects one, bargains for it, and happily takes it away.

Id: Siti turut bahagia melihat Ari tidak jadi malu.
En: Siti is also happy to see that Ari is not embarrassed.

Id: Semua orang di pasar pun kembali berdagang sambil sesekali tertawa, mengingat kejadian tadi.
En: Everyone in the market resumes trading while occasionally laughing, recalling the earlier incident.

Id: Ari pun menyiapkan bebeknya untuk makan malam bersama teman-temannya, dan hari itu menjadi pelajaran berharga, bahwa setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar hal baru.
En: Ari then prepares his duck for dinner with his friends, and that day becomes a valuable lesson, that every mistake is an opportunity to learn something new.

Id: Kesibukan pasar kembali normal, dan Ari, dengan bebek di tangan, berjalan pulang sembari menikmati keramaian dan kehangatan pasar tradisional.
En: The market bustle returns to normal, and Ari, with the duck in hand, walks home while enjoying the liveliness and warmth of the traditional market.

Id: Makan malamnya nanti malam pasti akan sangat spesial, tidak hanya karena bebeknya, tapi karena kisah yang akan ia ceritakan.
En: His dinner tonight will surely be very special, not just because of the duck, but because of the story he will tell.

Vocabulary Words:
langkah : steps
rempah-rempah : spices
bersemangat : enthusiastic
ramai : bustling
pedagang : traders
barang dagangan : merchandise
menawar : bargains
tanggapan : response
ocehan : mocking
kekacauan : chaos
tertolong : rescued
keramaian : liveliness